Taylor Swift is that skinny girl who's always whining about how fat she is.
She claims to be the nerd that you're likely to overlook. And she'll tell you she's the sweetheart who gets taken advantage of by Big, Bad Men ("Don't you think nineteen's too young/ To be played/ By your dark, twisted games," cries the poor movie-star-dating innocent). And, OMG, Kanye hurt her feelings so bad she had to write a song about how she forgave his sorry "Single Ladies"-loving ass! She's a perpetual pity party.
And that attitude, dear readers, is destroying America. It's not the only thing, mind you -- Washington, D.C., is a mess; the big investment banks cashed in during the boom and then got off scot-free; kids today just don't have an attention span. Etcetera, etcetera. But Ms. Swift's aura of professional victimhood is definitely contributing to our sad national decline.
Only in a music video could a five-foot-eleven-inch blond with naturally curly ringlets get away with claiming her romantic rival "wears short skirts; I wear T-shirts/ she's cheer captain and I'm on the bleachers"! Sure, she might have felt like an ugly duckling at one brief point in her otherwise sun-kissed life -- but it's time she quit whining and started admitting it: These days, Taylor Swift is America's cheer captain. She's not languishing on the fucking bleachers.
And beyond the disengenuousness of her poor-little-me pose, it's the sense of entitlement that galls. Take that cheer captain reference, which comes from the worst Taylor Swift song, "You Belong With Me." In it, she pretends she's the homely chick in the spectacles -- but if you actually parse out the lyrics, Li'l Taylor's trying to steal a dude from another girl because she's so convinced of her own superiority. She gets the guy's humor. She likes the songs he likes. Get out of her way, cheer captain!
It's the same thing with that aforementioned song about John Mayer. Dude's a notorious creep who completely threw down on Jessica Simpson's sexual, um, vigor to Rolling Stone. (Not cool!) Yet even after that, virginal Taylor was apparently stupid enough to hop into bed with him -- and then was utterly stunned that he was just not that into her.
Dear John
I see it all now that you're gone
Don't you think I was too young
To be messed with
The girl in the dress
Cried the whole way home
I should have known.
Yes, honey: You should have known. And once you got your clue, you should not have blamed the player for playing you. You should have reminded yourself that everyone warned you about this guy -- stupid you! -- and then filed it away under live and learn.
And if for some reason you still had to write a song about it after processing all that, you should not have leaked the news to every tabloid in town that "Dear John" just might be a song about the odious Wonderland-admiring John Mayer. It doesn't matter if you "get" Mayer's sense of humor or like the music that he likes. He does not owe you anything, and you got dumped because you were stupid enough to believe otherwise. Own it!
And, for that matter, when you started dating Jake Gyllenhall, and it turned out that he wasn't really that into you, either, you didn't need to run to the same tabloids and cry your tale of woe. He didn't owe you anything, either.
You may be adored by a kazillion young girls who love your music, but that doesn't mean "this is how it ought to be," to quote your worst song ever, and that Prince Jake should sweep you off your feet and that you deserve to live happily ever after fairy-tale style (to quote another of your horrible songs). Or that it's time to pick out your silly matrimonial "white dress" just because you've decided some random crush should be your Romeo.
Tomorrow and Sunday, tens of thousands of young girls in Missouri will be rocking out to the music of Taylor Swift at Scottrade Center, singing along when she whines about Kanye and John Mayer and those horrible Mean Girl cheer captains. Blech! What's the takeway for those impressionable youths? You're entitled to love, so steal another girl's boyfriend. Trash talk anyone who refuses to be yours. And remain utterly convinced of your victimhood when your dream life isn't handed to you on a silver platter.
Sigh. The girls of America don't have a chance. Not that they should blame Taylor Swift or anything. That's what Taylor would do, after all. The rest of us would be better off owning it.
Hah, palelu! Bego. Gak segitunya kali yeh. Yang gatau artinya translate sendiri, blog gue ada translatornya kok
Kamis, 07 Juni 2012
First Day- 1
Masuk sekolah pertama kali, itu
ketemu kakak - kakak kelas dengan pandangan aneh dan sinis. Berasa kayak anak
ilang deh pokoknya masuk gerbang sekolah dan belum kenal satu pun orang disana.
*kemudian backsound Taylor Swift –
Fifteen*
Take a deep breath as walk trough the door
in the morning of you very first day.
Pas banget
kan lagunya? Udah gitu kebayang gimana MOS nya astagaa bakalan capek banget. Emang
sih ini post gue buat sebelum aku masuk sekolah ini Cuma ber-andai –andai saja.
Gimana kalo ketemu kakak kelas sok kenal, mending kalo cakep sih :p tapi kalo
galak gimana? Ah, udah gak tau deh kalo ketemu kakak kelas yang begituan tapi
semoga aja enggak ada. Hehe, pengennya sih gitu.
Tapi ada
juga harapan baik yang selalu ada difikiran gue itu kalo ketemu kakak kelas
cowok cakep gimana :3 haaa gak kebayang banget hahaha. *lagi – lagi Taylor
Swift Fifteen*
Hoping one of those senior boys will wink at you say “You know I
haven’t seen you before
Itu
cuplikan lirik yang paling gue suka haha. Entah kenapa pengen banget itu kejadian :p.
Terus nanti kakak kelasnya ngajak kenalan *Carly Rae jepsen – Call Me Maybe*
Hey, I just met you, and this is crazy. But here's my number so
call me, maybe?
Muahaha
lagunya, ceweknya pede banget kalo gitu =D tapi pengen deh, eh tapi asal dia
belum punya cewek aja, kalo udah ada ceweknya wah suram hahaha. Soalnya dulu
juga pernah tapi maksud hati sih gak deketin cuma sering aja smsan, orangnya
asik sih, tapi gue gak pernah tau dia udah punya cewek jadian setahun pula, aku
tau waktu buka relationship di facebook. Abis deh gue haha. Di maki maki di
wall facebook tapi gue diemin aja, alay.
Fotografi
Pilih kamera mu !
Ok…
Yang paling dibutuhkan untuk hobi yang satu ini yang paling utama merupakan
“NIAT” dan baru yang kedua adalah kamera… Kenapa ? Karena ada beberapa
penggemar fotografi yang akhirnya “menyerah” menekuni hobinya karena kamera
yang kurang “mumpuni” disini yang paling penting adalah “niat” dengan niat yang
cukup kamera apapun akan “cukup” untuk memenuhi hasrat mengumpulkan frame demi
frame yang indah…
Secara teknologi ada dua jenis
kamera :
- Kamera analog
Kamera
jenis ini masih menggunakan media film sebagai penyimpanan frame yang diambil,
jenis kamera ini sudah mulai banyak ditinggalkan karena biaya yang relatif
mahal untuk perawatan serta operasional nya. Tetapi masih ada beberapa die hard
yang masih memakai kamera tipe ini karena memang ada beberapa tehnik yang cuma
bisa dilakukan dengan kamera jenis ini.
2. Kamera digital.
Kamera
jenis ini merupakan main stream sekarang. Hampir 90% dari kamera yang kita
lihat saat ini adalah kamera digital. Kamera tipe ini menggunakan media penyimpanan
digital untuk penyimpanan frame biasanya berupa memory card, compact flash,
atau bahkan harddisk. Biaya operasional kamera ini paling murah karena hasil
frame dapat disimpan dalam media digital yang tidak memakan banyak tempat dan
perawatan minimal.
Ada beberapa jenis kamera digital
yang dapat dipilih saat ini antara lain :
- Digital pocket point and shot
Jenis kamera digital ini merupakan jenis yang paling
sederhana sesuai namanya kamera ini dapat digunakan sesederhana point &
shot tidak ada penyetelan tingkat lanjut yang aneh” yang dapat membingungkan
user-nya… umumnya digunakan oleh pemula ataupun sekedar untuk mengambil foto”
biasa. Walaupun saat ini sudah mulai banyak kamera point & shot
yangdilengkapi fitur beraneka ragam tetapi jenis kamera ini masih kurang cukup
untuk mendapatkan foto” kreatif yang memerlukan teknik” tertentu.Pro : Kompak, Sederhana
Kontra : Spesifikasi cenderung
rendah
- Digital Prosumer
Jenis yang satu ini satu tingkat lebih tinggi daripada
kamera point & shot biasa. Biasanya dilengkapi dengan sensor lebih baik
serta spesifikasi lain yang lebih tinggi. Tidak jarang juga kamera jenis ini
dilengkapi dengan focal length (zoom) yang cukup tinggi. Memiliki lebih banyak
setting yang dapat membantu pengambilan foto” kreatif tapi juga masih
dilengkapi berbagai macam fitur” yang dapat membantu pengguna pemula untuk
mendapatkan foto yang lebih baik. Perlu diingat kamera tipe ini umumnya
menggunakan fixed lens sehingga pengguna dibatasi dengan lensa tertentu.
Pro : Cocok untuk entry fotografer
Kontra : Cenderung lebih besar dan
berat dibanding kamera point & shot
- DSLR (Digital Single Lens Reflect)
Jenis ini yang biasa digunakan oleh para fotografer baik
pemula sampai profesional. Menggunakan interchangeable lens sehingga sebuah
body DSLR dapat diganti” dengan berbagai jenis kamera yang berbeda” tipe. Tipe
ini masih memiliki beberapa jenis lagi.
# Sensor Crop Factor
Menggunakan
sensor yang lebih kecil dari film 35mm. tergantung kerapatan pixelnya sensor
ini sudah lumayan bagus untuk sebuah DSLR serta memiliki keuntungan dalam
pemotretan tele karena crop factornya misal dengan menggunakan lensa berfocal
length 200mm pada body DSLR yang memiliki crop factor 1.5x maka kita dapat
mendapatkan focal length maximum hingga 300mm.
# Sensor Full Frame
Menggunakan
ukuran sensor yang sama dengan film 35mm biasanya diikuti dengan kemampuan
sensor yang tinggi sehingga dapat menghasilkan kualitas foto yang tinggi.
#Medium Format
Memiliki
sensor yang lebih besar daripada film 35mm kamera tipe ini biasanya digunakan
untuk keperluan” khusus yang mewajibkan hasil cetak dalam ukuran yang teramat
sangat besar.
Pro : Interchangeable lens,
Accesoris yang berlimpah, kualitas foto yang tinggi
Kontra : Harga cenderung lebih
mahal, Operasi yang cenderung lebih rumit
- Kamera SLD(Single Lens Direct ?)/FT(Four Third)/MFT(Micro Four Third)
Ini merupakan jenis kamera yang terbaru. Menyerupai DSLR
dengan interchangeable lens kamera ini memiliki mekanisme yang berbeda dengan
DSLR, lebih ringan dan kecil dibandingkan DLSR namun memiliki kualitas foto
yang hampir setara dengan DSLR menempatkan kamera ini sebagai generasi masa
depan dari kamera.
Pro : Kualitas DSLR ukuran pocket
point & shot
Kontra : Harga yang masih cukup
tinggi.
Sekarang
tinggal memilih jenis kamera yang sesuai dengan kebutuhan anda dan tentunya
dengan budget anda.
Selasa, 05 Juni 2012
Jar of Hearts - Jun Sung Ahn Violin Cover
Recent video by Jung Sung Ahn, he's totally awesome :D hope you enjoy it.
Minggu, 03 Juni 2012
Sungha Jung and Jun Sung Ahn (Collaboration)
This is coolest video I've ever seen!! Wow! Check this out!
Sabtu, 02 Juni 2012
Share Pictures
These picture are taken be myself :)
![]() |
| Splash |
![]() |
| Light effect! |
![]() |
| Sunrise |
![]() |
| This picture specially for my friend anniversary :p |
![]() |
| Sunset |
![]() |
| Best friends |
![]() |
| This for my best friend, Icha |
![]() |
| Sky |
![]() |
| Edited. |
| Worm |
| Ant - selective focus |
| Tree's silhouette |
![]() | |||
| Sunrise, see the clouds it seems like wing |
Jumat, 01 Juni 2012
Peraih nilai tertinggi UN SMP
UJIAN NASIONAL—Tamara, Peraih Nilai UAN SMP Sempurna
ang meraih nilai ujian akhir tertinggi? Remaja yang luar biasa tersebut adalah Ni Putu Tamara Bidari Suweta, gadis Bali yang meraih hasil sempurna 40.Berdasarkan publikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dirilis Jumat 1 Juni 2012 Tamara berasal dari SMP Negeri 1 Denpasar memperoleh nilai 10 untuk seluruh mata pelajaran UAN yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ayah Tamara bernama I Wayan Mudana Suweta, bekerja sebagai wiraswasta.
Tampilnya Tamara sebagai peraih nilai sempuran dalam UAN SMP 2011/2012 itu makin meneguhkan dominasi SMP 1 Denpasar dalam daftar 15 besar peraih nilai ujian nasional tertinggi. Tercatat 11 siswa dari sekolah ini meraih nilai tertinggi.
Peringkat 2 hingga 15 adalah siswa dengan nila UAN 39,80 dimana salah satunya adalah Novia Meizura, siswi SMPN 49 Jakarta. Tiga sekolah lain yang mengisi daftar tersebut adalah SMPN 5 Semarang, SMPN 1 Bondowoso, dan SMP Kristen Penabur
sumber
Aduh, nilainya sempurna banget, pas 40. If I were she :( tapi semoga nilai ku gak jauh beda dari itu, amin. Ini aku post blog sambil buka webnya kemendiknas, tapi website-nya overload *puk puk*
Langganan:
Postingan (Atom)









